Selasa, 19 Maret 2013

Misteri Penculikan dan Pembunuhan Pengusaha Komputer

Misteri Penculikan dan Pembunuhan Pengusaha Komputer Bekasi Ini menjadi Sangat Populer karena memang sangat miris kalau mendengar cerita ini. Dan inilah Kisah lengkap Semua Ini.  Imam Assyafi'i (31), pengusaha jual-beli komputer asal Bekasi, Jawa Barat, ditemukan tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di dalam mobil Suzuki Vitara B 531 EV miliknya sendiri di areal parkir Terminal 1C kedatangan Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.Misteri Penculikan dan Pembunuhan Pengusaha Komputer

Mayat Imam tertelungkup di jok belakang mobilnya. Saat ditemukan, tangannya terikat, kepalanya dilakban seperti mumi, dan ada tali kopling yang masih menjerat lehernya. Dengan kondisi ini, bisa dipastikan bahwa Imam adalah korban pembunuhan.

Menurut dugaan sementara polisi, pembunuhan itu terjadi tiga hari sebelum mayat korban ditemukan.

Adalah Dony, warga sekitar yang menemukan mayat Imam ada di dalam mobil sekitar pukul 01.00 WIB, Selasa 19 Maret 2013 dini hari. Awalnya, dia mencium bau busuk di areal parkir yang ternyata berasal dari mobil Suzuki Vitara. Temuan ini kemudian dia laporkan kepada petugas keamanan. Tak berselang lama, petugas dari Polres Bandara yang tiba di lokasi langsung membongkar paksa pintu mobil bagian belakang dan menemukan jasad Imam.

Setelah diidentifikasi, polisi memastikan korban adalah Imam Assyafi'i, warga Jalan Lumbu Utara IID No. 226 RT7 RW19, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Keluarga korban yang diminta datang ke kamar mayat RSU Tangerang juga sudah memastikan bahwa itu adalah Imam.

Menurut Humas Polres Bandara Ajun Komisaris Pol. Agustri, hingga kini motif pembunuhan masih belum jelas. Polisi masih menyelidiki aksi sadistis ini dan tengah menunggu hasil autopsi.

Diculik

Sama seperti polisi, keluarga Imam juga tidak mengetahui apa motif di balik pembunuhan ini. Sebelumnya, keluarga sudah melaporkan kasus penculikan pengusaha itu, Senin kemarin.

Menurut adik korban, Ahmad Dardiri, Imam meninggalkan rumah sejak pukul 10.30 WIB, pada Sabtu, 16 Maret 2013, hari ulang tahunnya yang ke-31. Siang itu Imam pamitan akan mengecek barang di Kawasan Industri Pulogadung. Ahmad naik mobil pribadinya, Suzuki Grand Vitara berwarna hitam.

Belum lama pergi, Imam menelepon Taruji (40), salah satu karyawannya. Imam meminta agar segera dilakukan pengiriman barang ke Bandung, Jawa Barat. Satu jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 11.30 WIB, Imam kembali menelepon Taruji. Tapi, tidak ada suara apapun di ujung telepon.

"Setelah diam, tiba-tiba terdengar suara orang sedang bertengkar," Ahmad menuturkan.

Merasa curiga, Taruji kemudian merekam suara ribut-ribut yang terdengar dari telepon korban. Samar-samar, percakapan dalam situasi tegang itu berlangsung sekitar 25 menit. Diperkirakan ada empat orang lebih yang terlibat dalam percakapan yang dibumbui ancaman pembunuhan. Suara salah seorang lelaki, yang diperkirakan adalah Imam, berulang kali meminta maaf agar tidak dianiaya.

"Ya ya ya... sudah, dia minta maaf. Elo nggak pernah ngelakuin ini. Dengerin, jadi setelah ini, dia datang dan elo SMS janji sama gua. Jemput gua di kawasan di pintu masuk, elo jemput gua dalam kondisi begini," begitu antara suara yang terdengar dari telepon Imam.

Dan tak lama kemudian, tedengar suara Imam mengerang kesakitan dan menjerit minta tolong.

Keributan itu seperti terdengar dari dalam sebuah mobil. Menjelang akhir rekaman, salah satu pria mengancam Imam dan memaksanya memberi tahu nomor PIN ATM miliknya. Pelaku lain mengancam akan melukai anak dan istri Imam. Setelah itu, telepon terputus.

Taruji kembali berusaha menghubungi nomor telepon Imam, tapi tidak pernah diangkat. Semua empat nomor telepon milik Imam tidak aktif.

Berdasarkan rekaman itu, keluarga korban kemudian melapor ke Polsek Bekasi Timur pada Minggu, 17 Maret 2013. Yang jadi masalah, meski sudah ada bukti rekaman yang menunjukkan adanya dugaan penganiayaan, petugas malah mengarahkan laporan itu menjadi sekadar kasus orang meninggalkan rumah.

"Bukan kasus penculikan. Inilah yang kami sayangkan, padahal bukti rekaman yang kami buat dalam format CD, sudah diserahkan ke polisi," kata Ahmad.

Pihak keluarga yakin Imam selama ini tidak punya masalah dengan siapapun, apalagi terkait persoalan utang-piutang.

Istri almarhum, Ida Arifah (29), dan dua anaknya, Toriq (7) dan Urfa (2I), tidak henti-hentinya menangisi kepergian suami dan ayah mereka. Mereka berharap para pembunuh Imam segera ditangkap. Keluarga yakin Imam diculik sebelum dibunuh. Mereka menyesalkan, bila saja polisi bertindak cepat, nyawa Imam dapat diselamatkan.

Keluarga makin yakin Imam diculik setelah mengecek rekening BCA miliknya. Mereka mendapati ada sejumlah transaksi yang mencurigakan. Pada Sabtu, 16 Maret 2013, sekitar pukul 15.09 WIB, ada penarikan tunai total senilai Rp10 juta di ATM BCA Mangga Dua, Jalan Mangga Dua Raya 8, Jakarta.

Selain itu, ada transaksi pembelian perhiasan emas sebesar Rp40.075.000 di toko Joen Sin Jewelery di Pasar Baru Blok D No. 45 lantai satu, Jalan Mangga Dua Raya, Jakarta. "Totalnya ada transaksi sebesar Rp50juta lebih. Setelah kami cek, kami telepon bank dan semua rekening korban diblokir," kata Ahmad.

Rekan bisnis

Petugas gabungan dari Polres Bekasi, Polres Bandara Soekarno Hatta dan Polda Metro Jaya masih memburu para pembunuh Imam. Penyelidikan polisi dipusatkan pada pria yang terakhir kali bersama Imam saat dia masih hidup. Dia diduga adalah rekan bisnisnya.

"Inisialnya D. Kami duga hubungannya dengan korban sebagai teman bisnis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Rikwanto. Nama D muncul dari keterangan keluarga Imam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman kamera CCTV di Bandara Soekarno Hatta, polisi menemukan fakta bahwa mobil korban masuk Terminal 1C pada Sabtu, 16 Maret 2013, sekitar pukul 14.30 WIB. Imam sendiri menghilang pukul 10.30 WIB di hari yang sama.

Menurut Rikwanto, apakah korban dibunuh dalam perjalanan menuju bandara atau di sekitar bandara, polisi akan mengungkapnya setelah berhasil menangkap pelaku. Dari kondisi tubuh korban yang sudah membusuk, diduga kuat Imam sudah tewas saat mobil masuk Terminal 1C.

Bagaimana Menurut Anda Tentang Kasus ini ?

90 Perusahaan Akan Hengkang dari DKI

Ada Sekitar 90 perusahaan Yang tergabung dalam Komunitas usaha Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan keinginanya untuk keluar dari ibuota jakarta. Mereka Merasa keberatan dengan kebijakan gubernur dan wakil gubernur jakarta. Namun Uniknya Wagub Jakarta Malah enteng mempersilakan mereka pergi jika tak bisa penuhi syarat Kebutuhan Hidup Layak (KHL) DKI. sungguh sangat Luar biasa. PErpindahan Apindo ini dikarenakan UMP jakarta Yang kini sangat besar yaitu 2,2 juta.90 Perusahaan Akan Hengkang dari DKI

"Selalu kalau pergi maka ada yang datang lagi kok. Nanti biarkan Jakarta akan bermain di sektor bisnis yang mampu memelihara warga Jakarta agar di atas KHL. Yang tidak mampu ya silakan minggir. Jakarta bukan imperialis kok. Kita akan main di bisnis yang memang mampu. Kalau tidak mampu ya silakan di Jawa Tengah," tegas Ahok di ruangan kerjanya di Balaikota

Wakil gubernur Ahok menyatakan, permasalahan bukan pada batas UMP yang harus mereka tanggung, melainkan batas KHL. KHL sebesar Rp 1.978.000,00. itu harus dipenuhi oleh semua perusahaan. tegas dia kepada media

"Kita udah bicara berapa kali kok. Tidak mungkin 'ketemu' kalau bicara sama mereka (Apindo) kalau dia ngotot di bawah KHL. Kamu mau jadikan orang Jakarta budak kamu apa?," ujar Ahok retoris kepada mereka

Hal ini memang menjadi sorotan besar. sejak UMP jakarta Naik maka Banyak sekali Yang merasa Dirugikan Tapi Lebih Banyak Lagi Yang diuntungkan Yaitu Para Buruh sekarang lebih bahagia

Senin, 18 Maret 2013

Djoko Susilo Gelapkan haratnya Di 5 Kota Indonesia

Djoko Susilo Gelapkan haratnya Di 5 Kota Indonesia ini menjadi sangat miris kalau mengingat Begitu Banyak Orang indonesia Yang masih belum memeliki rumah. sedangkan Djoko Susilo Malah Dengan enaknya Memiliki rumah di hampir Tiap Kota.

Ya memang Begitulah Kalau Orang Korupsi , Saking Banyaknya Rumah Dimiliki sampai tidak Tahu Yang mana Yang akan dihuni. Kalau orang kecil itu saking bingungnya mau tidur dimana karena Tidak Ada Rumah Yang dimiliki. Sungguh terlalu. Djoko Susilo Gelapkan haratnya Di 5 Kota Indonesia

Dan Inilah 5 kota besar tepat irjen djoko Susilo menyembunyikan Harta rampasan dari masyarakat ini

1. Jawa Tengah

- Rumah mewah di perumahan Klaster Golf Residence Blok C Nomor 12 Graha Candi Golf, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
- Rumah mewah di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 70, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo.
- Rumah mewah di Jalan Sam Ratulangi Nomor 16, Kampung Gremet Manahan, Solo.
- Rumah lainnya di Jalan Patehan Lor yang terletak persis di sebelah barat rumah kuno, hanya terpisah gang sempit yang merupakan jalan warga Kampung Taman, Solo.
- SPBU di Kaliwungu.

2. Yogyakarta

- Rumah kuno di Jalan Langenastran Nomor 7 Kelurahan Patean, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.
- Rumah mewah di Jalan Patehan Lor Nomor 34 dan 36 Kecamatan Kraton, Yogyakarta.
- Enam bus pariwisata yang disita di Yogyakarta.

3. DKI Jakarta

- Rumah mewah berlantai dua di Jalan Cendrawasih, Tanjung Mas, Jakarta Selatan. Rumah ini atas nama Mahdiana, istri Djoko yang dinikahi pada 2001.
- Rumah lain di Blok C Tanjung Mas, Jakarta Selatan.
- Salon 'Cla' di Jalan Margasatwa, Jakarta Selatan, atas nama Mahdiana.
- Rumah mewah dua lantai di kawasan elit di Jalan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
- Rumah mewah, gudang, dan tanah seluas 1.000 meter di Jalan Durian Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
- Rumah mewah berlantai dua di Jalan Elang Mas, Blok C3, Jagakarsa, Tanjung Duren, Jakarta Selatan. Rumah ini kosong seperti tak terawat.
- Rumah mewah di Jalan Cikajang Nomor 18, Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
- SPBU di Jalan Raya Kapuk, Jakarta Utara

4. Bali

- Tanah atau sawah di Desa Sudimara, Tabanan, Bali, seluas 85 are (7.000 meter persegi).
- Rumah di sebuah perumahan elit Harvest Land Residence di kawasan Kuta.

5. Jawa Barat

- Rumah mewah Nomor 69 RT 1 RW 8 Leuwinanggung, Tapos, Depok.
- Rumah di hook Perumahan Pesona Khayangan Mungil, tepatnya di RT 1 RW 29 Blok E1 Jalan M Yusuf Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.
- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Ciawi, Bogor.
- Dua lahan di Subang.

Menurut Anda Bagaimana Proses hukum Yang pants untuk koruptor ini ?

Minggu, 17 Maret 2013

AS Kurangi Bantuan, Zionis Israel Galau

Zionis Israel Galau Karena Pemerintahan Obama Mengurangi jatah Bantuan Militer Kepada Negara penjajah Dunia ini. Kegundahan israel ini bukan Tanpa Alasan Karena Memang Amerika Sedang Dirudung Masalah ekonomi Yang berkepanjangan.

Sejak Obama memutuskan Untuk Mengurangi Bantuan Militernya , Israel Langsung menanggapinya dengan Lopi politik ke negara adidaya dunia itu. Menteri Keuangan Israel Yuval Steinitz mengatakan pada pertemuan pemerintah bahwa kesulitan ekonomi di AS akan mempengaruhi Israel dan dia menyatakan harapannya semoga AS tidak "menderita" karena pemotongan anggaran ini. Seperti Yang kita Tahu Kalau Israel mendapatkan dukungan amerika sejak Tahun 1948 dan selama 75 tahun bantuan amerika kepada negara zionis dunia ini kurang lebih 70 milyar dolar dalam bentuk hibah dan pinjaman yang ringan. setiap dana Yang dikirim ke israel ini merupakan bantuan Yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan Militer zionis.

Pemotongan bantuan ini akan sangat mempengaruhi kekuatan israel karena bagaimanapun juga zionis itu butuh bantuan dari US Untuk mengamankan banyak sekali peralatan militer nya terutama anti Rudalnya. yang menjadi Pertanyaan besar adalah Bagaimana jika AS nantinya benar-benar menghentikan bantuan kepada Israel? Tanpa dana ini, militer Israel tetap kuat, namun tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang, bukan hanya untuk melawan tentara reguler dari negara-negara Arab, tetapi juga formasi semi-gerilya oleh pejuang Palestina, belum lagi kemampuan militer Iran yang semakin kuat.
Bagaimana menurut anda ? Bagaimana Jika semua ini benar terjadi ? akankah ada perubahan kekuatan militer dunia dan tatanan dunia Baru ?

Gunkanjima, Pulau Hantu Kapal Perang Jepang

Pulau Hantu Jepang ini menjadi tujuan para pencari misteri dunia. Nama Pulau ini adalah Pulau Gunkanjima Atau pulau Kapal perang ( Hal ini karena memang pulau ini mirip sekali dengan bentuk kapal perang ) . dahulu pulau ini sangat ramai penduduknya namun sejak pertambangan ditutup Tahun 1974 pulau ini seperti mati karena ditinggal semua penduduknya


Pulau in sempat mencapai populasi 5259 penduduk dengan bangunan Yang superkokoh pada Tahun 1959. pulau Yang ibeli mitsubishi sebagai Pertambangan batubara ini menjadi destinasi terpadat tahun itu. Namun semuanya berangsur pudar sejak di tahun 1960an minyak bumi di temukan dan mulai tenar didunia. sejak itulah banyak sekali Penduduknya meninggalkan pulau ini. lambat laun makin habis penduduknya dan tepat di tahun 1974 pulau ini tak berpenghuni dan menjadi pulau hantu Yang mengerikan

Pulau ini menjadi terkenal kembali sejak unesco mengakuinya dan juga digunakan oleh perfileman internaional untuk syuting movie james bond SKYFALL sebagai markas Raoul SIlva Sang Hacker mantan Agen 007. 

Dan inilah galery Foto pulau hantu Jepang itu




Kicauan Anas Tentang Lobi Politik Kepiting Simulator SIM

Kicauan Anas Tentang Lobi Politik Kepiting Simulator SIM ini menjadi sangat Perlu dicermati. sejak Anas Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kini dia menjadi kunci Banyak Kasus Besar di Indonesia. Banyak pihak meyakini dengan buka bukanya Anas Akan menjadikan Kasus Korupsi Indonesia akan semakin Banyak Yang terbongkar. salah satu Yang menjadi sorotan saat ini adalah Kasus Simulator SIM dengan Tersangka Utama Irjen Susilo.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat 15 Maret 2013. Pemeriksaan Anas kali ini tidak ada kaitannya dengan kasus Hambalang yang menyeretnya sebagai tersangka. Anas diperiksa sebagai saksi kasus korupsi simulator SIM di Korps Lalu Lintas Polri tahun anggaran 2011-2012.

Sekitar pukul 10.40, Anas tiba di gedung KPK didampingi sejumlah simpatisan dan kawalan sejumlah pria berbadan tegap. Sebelum menghadapi penyidik, Anas memberikan keterangan kepada wartawan yang mencegatnya di depan pintu masuk Gedung KPK.

"Hari ini saya dipanggil oleh KPK, dimintai keterangan atau kesaksian soal pengadaan Silmulator dengan tersangka pak Djoko Susilo," kata Anas yang mengenakan batik coklat pendek itu.

Anas mengaku tidak mengapa dijadikan saksi dalam kasus Simulator SIM. Anas mengklaim sama sekali tidak mengetahui apa dan bagaimana proses proyek senilai Rp189,6 miliar itu berlangsung.

"Kalau SIM saya tahu karena saya pernah ujian SIM dan dapat SIM, tetapi tidak pakai simulator, ujian biasa saja," ujarnya berkelakar.

Saat dikonfirmasi mengenai pertemuan dengan Djoko Susilo dan Teddy Rusmawan di restoran King Crabs Senayan dan Dharmawangsa, mantan Anggota KPU itu enggan berkomentar. "Selebihnya nanti saya akan sampaikan setelah saya dari dalam ya."

Setelah itu, Anas memasuki gedung KPK. Usai menghadapi pemeriksaan penyidik sekitar lima jam, sekitar Pukul 15.00, Anas keluar.

Kepada wartawan yang mencegatnya, Mantan Ketua Umum PB HMI ini  mengaku banyak menjawab tidak tahu terhadap pertanyaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terkait Simulator SIM.

"Karena saya tidak tahu urusan pengadaan Simulator SIM tentu banyak pertanyaan yang saya jawab tidak tahu. Yang saya tahu saya jawab tahu, banyak pertanyaan teknis yang saya jawab tidak tahu."

Setelah menyampaikan keterangan pers usai menjalani pemeriksaan dalam kasus korupsi proyek pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat dipanggil kembali masuk kedalam gedung KPK.

Pantauan VIVAnews, raut wajah Anas yang sebelumnya tenang saat konferensi pers tampak was-was setelah diminta kembali ke dalam gedung KPK.  Anas yang didampingi kuasa hukumnya, Firman Wijaya langsung masuk kedalam gedung KPK dan menunggu penyidik di lobi.

Anas sempat menunggu beberapa menit di lobi gedung KPK. Namun lantaran berkas yang harus ditandatangani tak kunjung datang, Anas kembali berjalan menuju mobilnya. Setengah perjalanan, Anas kembali dipanggil dan dia langsung bergegas masuk kembali ke lobi KPK.

Ada apa gerangan? Menurut informasi di KPK, Anas belum menandatangani selembar berkas pemeriksaan. Oleh sebab itu, dia diminta kembali ke dalam untuk menandatanganinya. Anas diminta menandatangani di lobi gedung KPK. "Ada yang belum ditandatangani," kata petugas KPK

Begitu Anas selesai memenuhi panggilan penyidik di lobi gedung KPK, sejumlah wartawan sempat menanyakan berkas yang belum ditandatangani Anas. Dengan santai Anas menjawab. "Tanda tangan jatah beras," kata Anas, berkelakar.

Apa peran Anas sampai menjadi saksi kasus ini KPK belum memberikan keterangan resmi. Juru Bicara KPK Johan Budi, pada 13 Maret 2013, hanya menyampaikan rencana penyidik minta keterangan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR pada 2009-2010 itu. "Penyidik membutuhkan keterangan Anas untuk tersangka DS," ujar Johan.

Usai pemanggilan hari ini, Johan menjelaskan pemeriksaan Anas dalam kasus ini karena memang keterangannya dibutuhkan penyidik KPK.

Dijelaskannya, KPK melihat dari sisi hukum memerlukan keterangan Anas. Konteks pemeriksaan itu KPK ingin mendengar kaitannya dengan kasus simulator di mana dulu Anas sebagai anggota DPR. "Silahkan saja kalau tidak terlibat silahkan itu disampaikan ke penyidik," kata Johan.

"Kepiting" Senayan dan Dharmawangsa

Kepada wartawan yang mengerubutinya, Anas menceritakan sejumlah materi pertanyaan dari penyidik. Dalam pemeriksaan itu, Anas membantah semuanya.

Di antaranya, soal pertemuannya dengan Irjen Pol Djoko Susilo yang kini menjadi tersangka kasus simulator. Dibantahnya ada pertemuan itu. Dia juga menyebut tak kenal Djoko yang kini jadi tersangka kasus korupsi proyek simulator ujian SIM.

"Saya ditanya kenal Pak DS dan Pak Teddy. Saya jawab saya tidak kenal. Saya kenalnya Pak Djoko Suyanto, Pak Djoko Ujianto, Pak Joko Widodo, itu saya kenal. Saya tidak kenal Pak DS. Pak Teddy saya tidak kenal," ucapnya usai diperiksa KPK.

Teddy yang dia sebut adalah Ketua Panita Lelang proyek simulator ujian SIM, Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Rusmawan. Hari ini, KPK juga memeriksa perwira polri ini.

Sambil membantah, Anas mengangkat headline Koran Tempo yang menulis tentang 'Pertemuan Jenderal Djoko-Anas Cs Ditelisik' berikut sketsa foto Anas Urbaningrum, Saan Mustofa, M Nazaruddin, dan Djoko Susilo. "Seratus persen ini pertemuan tidak ada. Saya tidak tahu sketsanya dari mana," kata Anas.

Dia mengaku heran dengan pemberitaan yang menyebut adanya pertemuan dengan Djoko Susilo terkait proyek simulator SIM. Menurutnya pemberitaan itu seharusnya dikarifikasi dan dipastikan dulu informasinya sebelum dimuat dalam pemberitaan.

"Gambar ini sadisme opini, kejahatan opini saudara-saudara sekalian," ujar Anas. "Biar tidak jadi fitnah manipulatif dan tidak jadi kejahatan opini, tidak pernah ada pertemuan, apalagi ada kepitingnya," lanjut Anas.

Anas mengaku dicecar soal pertemuan yang berlangsung di restoran King Crabs Senayan dan Dharmawangsa. Dijawabnya tidak tahu. Diduga, dalam dua pertemuan itu, Djoko Susilo melobi anggaran proyek Simulator itu ke DPR. Begitu juga soal pembahasan anggaran Polri dan komunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyangkut Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP), lagi-lagi suami Athhiya Laila itu menjawab tidak tahu.

"Intinya saya datang untuk memberikan keterangan yang saya tahu dan yang saya tidak tahu soal Simulator SIM. Tentu saya jawab sebenar-benarnya tidak tahu," terang Anas.

Penyidik juga bertanya soal tugasnya sebagai anggota DPR dan Ketua Fraksi Demokrat. "Saya ditanya apakah saya kenal Pak Saan Mustofa, Benny K Harman, Nazaruddin dan Sutjipto. Tentu saya jawab saya kenal, tapi bukan hanya kenal tapi kami berinteraksi."

Dalam jadwal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Inspektur Jenderal Djoko Susilo juga ikut diperiksa sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) proyek Simulator SIM. Ini menimbulkan tanya, apakah Anas dikonfrontir dengan Irjen Djoko. Anas membantah.

"Yang ada tadi, Alhamdulillah, saya ketemu Ustad Luthfi Hasan Ishaaq," kata Anas. Luthfi adalah mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera yang kini menjadi tersangka kasus suap kuota impor daging sapi.

"Bagaimana kabarnya Ustad? dia jawab Alhamdulillah baik. Saya juga ketemu Pak Tamsil Linrung, tapi tidak ada konfrontir."

Aliran Rp4 M

Anas juga membantah adanya aliran dana proyek Simulator ke Fraksi Partai Demokrat di DPR. Menurut Anas, pertemuan dan pemberian uang senilai Rp4 miliar kepada Fraksi Demokrat terkait proyek Simulator SIM tidak pernah terjadi. "Tidak ada, pasti tidak ada," ujar Anas.

Selebihnya, Anas mengaku bingung dengan pemanggilan dirinya sebagai saksi kasus Simulator SIM.  "Saya sendiri sampai sekarang tidak punya jawaban mengapa saya jadi saksi Simulator SIM ini. Saya masih bingung dan saya tidak tahu apa relevansinya. Tapi saya bersedia hadir untuk memberikan keterangan apa yang saya tahu."

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa, yang mendampingi Anas ke Gedung KPK membantah terlibat dalam korupsi proyek Simulator SIM di Korlantas Polri. Dia juga membantah pernah menemani Anas Urbaningrum dan Nazaruddin bertemu Irjen Djoko Susilo untuk lobi proyek Simulator di restoran King Crabs Senayan dan Dharmawangsa.

"Itu fitnah. Itu seperti kejahatan politik melalui opini. Itu benar-benar digambarkan yang tak sesuai dengan kenyataan," kata Saan saat ditemui di Gedung KPK.

Saan pun membantah pernah menerima uang Rp4 miliar dari proyek Simulator SIM yang disampaikan panitia lelang proyek Simulator SIM, AKBP Teddy Rusmawan. Menurutnya, tudingan itu merupakan kejahatan politik melalui opini dengan mengaitkan orang yang tidak tahu-menahu dengan urusan ini.

"Saya siap dikonfrontasi dengan siapa pun yang disebut dalam tuduhan itu," ujar Saan.

Anggota Komisi III DPR itu juga mengaku tak kenal AKBP Teddy Rusmawan. "Jangankan kenal, wajahnya saja tidak pernah tergambar yang namanya Teddy Rusmawan. Saya siap dikonfrontir dengan siapa pun," ucapnya.

Dia pun berniat menggugat pemberitaan media massa yang membuat gambar karikatur seolah-olah dirinya ikut dalam pertemuan bersama Anas Urbaningrum, Muhammad Nazaruddin, dan Djoko Susilo.

"No comment"

Ketua Panitia Lelang Proyek Simulator SIM, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teddy Rusmawan saat dikonfirmasi terkait aliran dana proyek Simulator SIM ke sejumlah anggota dewan, enggan berkomentar. "Ke Bu Ria dulu deh," kata Teddy.

Namun, Kuasa Hukum Teddy, Dwi Ria Latifa juga juga tidak bersedia berkomentar terkait adanya aliran dana proyek Simulator SIM ke sejumlah Politikus Senayan.

Namun saat ditanyakan lebih lanjut apakah pemeriksaan sejumlah anggota dewan di KPK dalam proyek Simulator SIM untuk mengkonfirmasi adanya aliran dana ke DPR terkait proyek senilai Rp198,6 miliar itu, Ria tidak membantahnya.

"Wah kalau saya jawabnya no comment gimana. No comment saja. Kalau saya jawab apapun secara detil itukan sebaiknya itu tanya penyidik KPK nanti di pengadilan saja," kata Ria di gedung KPK.

Selebihnya Ria hanya mau menjelaskan tentang pemeriksaan terhadap kliennya hari ini. Menurutnya, pemeriksaan kali ini hanya melengkapi berkas pemeriksaan sebelumnya "Pertanyaan seputar proses Simulator hanya ini ada penambahan atau pengulangan saja."

Hal Ini menjadikan semakin Mirisnya kasus Korupsi Indonesia. Penulis sempat berfikir Sebenarnya Bagaimana semua ini terjadi. Banyak Sekali Politikus Yang mengatasnamakan rakyat di awal mereka menjadi Politisi Namun semuanya hilang Saat mereka duduk di bangku wakil rakyat. sungguh keterlaluan. bagaimana Menurut Anda Semua ?

Sabtu, 16 Maret 2013

ABG Labil Jadi Incaran Pelecehan Kencan Online

ABG Labil Jadi Incaran Kencan Online, Banyak Sekali Kasus Pelecehan S3ksual di Indonesia Terjadi dari Online. Asmara Online Sering menjadi tren modus yang dilakukan si pelaku Bejat untuk memperdayai korbanya. Umumnya Kasus ini Menargetkan Ababil Atau ABG Labil Yang masing belum punya pendirian Kuat dalam diri mereka. Situs Jejaring Sosial Facebook dan Twitter menjadi Lahan subur kasus ini. tidak Jarang yang mengiming imingi Materi dan rayuan gombal Untuk menjerat korbanya

"Tren sekarang ada namanya asmara online. Itu modus baru menjerat anak-anak menjadi korban kekerasan seksual," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait kepada Kami

salah satu Hal Yang sering terjadi adalah si modus melakukan Banyak trik untuk mengelabuhi korbanya. misalnya untuk masalah ekonomi. "Korban butuh membeli pulsa hingga baju. Korban berkenalan dengan pelaku dan dibujuk dan dijanjikan dipenuhi keinginannya. Misalnya, ada anak remaja diberi pulsa Rp 10 ribu, lalu diajak jalan-jalan ke mall minum jus. Akibatnya berkenalan lebih dalam dan akhirnya menjadi korban kekerasan seksual," papar Arist yang tengah bertugas di Yogyakarta ini.

Jadi Sebagai Pengguna online sekarang lebih baik berhati hati dan waspada dengan segala modus Yang banyak terjadi. sebagai orang tua Juga wajib lebih mengawasi dan menanamkan pemikiran Yang positive di dalam diri anak anaknya. Semoga dengan adanya ini bisa meminimalisirkan terjadinya kasus Pelecehan S3ksual di Indonesia